Setelah manitipkan sepeda motor dirumah ortuku, kami pun berjalan kaki menyeberang jembatan keputran dan menunggu bis kota. Lumayan lama kami menunggu bis Damri yang ke arah terminal Bungurasih. Sekitar jam 16.35 wib akhirnya datang juga bis yang kami nantikan. Seperti biasa kami naik bis PATac (bis "lumayan" cepat,ber-Ac tapi tidak terbatas), kami berdiri bergelantungan sampai Medaeng. Yaah.. lumayan sempet duduk walau cuma 5 menit.
Sekitar 17.40 wib kami sampai di terminal Bungurasih, dan kami pun langsung menuju ke area Bus Malang PATAS. Sabtu ini ternyata penumpangnya lumayan banyak, sehingga kami sempat rebutan untuk naik bis bersama penumpang lainnya. Hhhmm... kami pun melewatkan 2 Bis karena kami tidak berhasil merebut kursi bis. Tampak dari kejahuan Bis yang cukup asing bagiku berjalan mendekati para penumpang. Tanpa melihat "merk" Bis kami pun naik bis Patas tersebut.
????, dengan mengerutkan dahi aq bertanya-tanya bis apa ya ini ?, koq gini ??. Tak lama berselang bis langsung penuh dan langsung berangkat. hmmm...bunyi kursi yang glodak-glodak dan aroma knalpot didalam bis mengiringi perjalananku menuju terminal Arjosari Malang. Dengan karcis Rp 20.000 Bis Dhana ini benar-benar tidak nyaman.

Alhamdulillah jam 19.55 kami sampai di terminal Arjosari. Sesampainya disana kamu langsung menuju ke Angkot ADL
Untuk ongkos Angkot ADL Rp 4.000 dari terminal Arjosari ke terminal Landungsari.
Kurang lebih 45 menit perjalanan kami dari terminal Arjosari ke terminal Landungsari. Kami pun hanya behenti di pos terminal Landungsari, karena kalau malam hari di dalam terminal Landungsari kondisinya gelap dan cukup rawan. Biasanya juga angkot untuk jurusan ke Batu "ngetem" di depan Pos Terminal. Kebetulan disitu sudah ada angkot yang sudah lumayan penuh, dan kami pun berharap bisa segera berangkat.
"gmn kalau ongkosnya Rp 7.000, nanti saya langsung berangkat" ucap sopir angkot. Secara spontan para penumpang pun "berteriak" Basanya kalau malam Rp 5.000, padahal aslinya ongkosnya cuma Rp 3.000. Beruntung kami bersama seorang "provokator" didalam angkot, sehingga kami pun kompakan "demo" turun dari angkot tersebut.

5 Menit kemudian akhirnya ada angkot warna biru yang mau mengantar kami ke Batu dengan tarif Rp 5.000. Sekitar 20 menit kami pun sampai di alun-alun kota Batu. Sesampainya di sana istriku pun menelpon Ayahnya untuk menjemput kami di Alun-Alun Batu. Alhamdulillah kurang dari 5 menit kemudian kami sudah sampai di rumah, karena rumah istriku dekat dengan Alun-alun Batu.
Ok, kawan. Sekian dulu yaahh... sharingnya, kami mau istirahat dulu.
No comments:
Post a Comment