Pages

welcome

Friday, 26 April 2013

Pulau Kumala di Samarinda

Pulau Kumala, Samarinda

pulau kumala
Seperti hari-hari kemarin, kami selalu menanyakan tempat-tempat wisata yang sekiranya bisa kami kunjungi, dan besok adalah hari minggu, waktunya jalan-jalan. Setelah kami ngobrol kesana-kemari akhirnya kami putuskan besok kami akan jalan-jalan ke Tenggarong, Kutai kertanegara.

Pagi-pagi kami sudah bangun tidur dan sudah siap berangkat, karena menurut guide kami perjalanannya lumayan jauh dari kota samarinda. Akhirnya kami pun berangkat naik motor. Setelah perjalanan kurang lebih 3 jam akhirnya kami sampai juga di Tenggarong. Kami melewati jembatan Kutai Kertanegara atau biasa yang disebut jembatan Tenggarong yang akhirnya runtuh pada Nov '11. Kami pun sempat berfoto-foto di situ, walaupun aku agak sedikit takut sih..., maklum kawan aku parno sama ketinggian.

jembatan tenggarong
Setelah berfoto-foto, kami pun meluncur ke Pulau Kumala. Untuk ke pulau Kumala kami harus naik perahu, dan kebetulan waktu itu kami meminta untuk mengelilingi pulau yang terletak di tengah-tengah sungai mahakam tersebut. Kawan, sebelum naik perahu banyaklah berdoa, karena bagi yang tidak biasa cukup menegangkan.

angkot wisata
Setelah sampai di Pulau Kumala kami pun segera berjalan menuju "halte". Yup, untuk mengelilingi pulau ini di sediakan sejenis "angkot wisata" yang siap mengantar kita keliling pulau.

Menurut guide kami, pulau Kumala ini sebenarnya dibangun untuk komplek tujuan wisata. Memang setelah kami keliling pulau, Pulau dengan luas +/- 80 ha ini sebenarnya sangat luar biasa. Seandainya bisa di kelola dengan baik, disana bisa dibangun berbagai jenis permainan/hiburan, disana juga terdapat bekas sarang burung raksasa, Food court dan pusat souvenir, ada juga beberapa cottage yang cocok buat honey moon, taman bunga dan masih banyak lagi. Bahkan info guide kami dulu sempat dibangun kereta gantung, namun sayang pulau ini saat ini terkesan tidak terawat dan terbengkalai. Semoga pemerintah setempat atau para investor mau melirik dan membenahi pulau yang keren ini.


Setelah puas berkeliling, kami pun harus bergegas pulang karena biasanya setelah magrib tidak ada perahu yang beraktifitas. Sekitar pukul 11 malam kami pun sampai di Samarinda dan langsung meluncur ke mess.

Ok, kawan, sekian dulu ya ceritaku, nantikan jalan-jalanku berikutnya ya....


Salam, kawanmu

yOK

Wednesday, 24 April 2013

Surabaya - Batu (PP) 2

Hi kawan,
Minggu sore ini saatnya kami berdua kembali ke Surabaya. Kami keluar dari rumah istriku sekitar pukul 15.03 wib setelah kami sholat ashar. Kami pun berjalan menuju depan gang rumah untuk menunggu bis Puspa Indah.
 

Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya kami pun naik bis biru ini. kembali lagi kami pun bergelantungan didalam bis. Buat kawan-kawan jangan kaget ya, karena bisa ini sekali jalan bisa di isi 2 kali lipat kapasitas bis, hingga jalannya miring dan ntuk sekali jalan ongkosnya Rp 4.000,-.

Alhamdulillah, sekitar satu jam akhirnya kami sampai di terminal Landungsari. Dari terminal Landungsari kembali kami naik ADL menuju terminal Arjosari. Kenapa kami memilih ADL karena menurut kami rutenya paling pendek untuk menuju ke terminal Arjosari, walaupun sebenarnya banyak pilihan angkot yang menuju terminal Arjosari.

Sekitar pukul 18.08 kami sampai di terminal Arjosari. Kami pun menunggu bis yang menuju terminal Bungurasih-Sidoarjo. Tidak lama kemudian kami pun bergegas menuju bis Menggala (PATAS). Untuk tarif bis PATAS semua sama Rp. 20.000,- dan untuk bis ekonomi Rp.10.000,-. Didalam bis kami pun beristirahat dan tidak terasa kami sudah hampir sampai. Yup, Bis yang kami naiki waktu pulang ini jauh lebih baik dari bis yang waktu kita berangkat. 
  


Pukul 19.56 kami pun sampai di terminal Bungurasih dan kami pun bergegas menuju Bis DAMRI. Kebetulan untuk kali ini kami naik bis Damri yang ekonomi dengan tarif Rp. 3.000,- per orang. Bagi kami bis mana saja tidak masalah yang penting langsung berangkat.

30 menit kemudian kami sudah sampai di depan gang rumahku, kami turun di keputran. Setelah istirahat sejenak kami pun berpamitan pulang ke kosan kami di daerah Balongsari Surabaya. Dengan naik motor kami pun  sampai di kosan setengah jam kemudian.

Ok, kawan, sekian dulu ya sharing jalan-jalan kami

Monday, 22 April 2013

Surabaya - Batu (PP) - 1

Sabtu ini saatnya aku pulang ke rumah istriku di Batu. Yup, setelah pulang kerja jam 4 sore, aku dan istriku bergegas berangkat ke Batu. Kami berdua naik angkutan umum. Beruntung sore itu cuaca sangat cerah, maklum beberapa hari ini sore hari surabaya sering di guyur hujan.

Setelah manitipkan sepeda motor dirumah ortuku, kami pun berjalan kaki menyeberang jembatan keputran dan menunggu bis kota. Lumayan lama kami menunggu bis Damri yang ke arah terminal Bungurasih. Sekitar jam 16.35 wib akhirnya datang juga bis yang kami nantikan. Seperti biasa kami naik bis PATac (bis "lumayan" cepat,ber-Ac tapi tidak terbatas), kami berdiri bergelantungan sampai Medaeng. Yaah.. lumayan sempet duduk walau cuma 5 menit.

Sekitar 17.40 wib kami sampai di terminal Bungurasih, dan kami pun langsung menuju ke area Bus Malang PATAS. Sabtu ini ternyata penumpangnya lumayan banyak, sehingga kami sempat rebutan untuk naik bis bersama penumpang lainnya. Hhhmm... kami pun melewatkan 2 Bis karena kami tidak berhasil merebut kursi bis. Tampak dari kejahuan Bis yang cukup asing bagiku berjalan mendekati para penumpang. Tanpa melihat "merk" Bis kami pun naik bis Patas tersebut.

????, dengan mengerutkan dahi aq bertanya-tanya bis apa ya ini ?, koq gini ??. Tak lama berselang bis langsung penuh dan langsung berangkat. hmmm...bunyi kursi yang glodak-glodak dan aroma knalpot didalam bis mengiringi perjalananku menuju terminal Arjosari Malang. Dengan karcis Rp 20.000 Bis Dhana ini benar-benar tidak nyaman.


Alhamdulillah jam 19.55 kami sampai di terminal Arjosari. Sesampainya disana kamu langsung menuju ke Angkot ADL
Untuk ongkos Angkot ADL Rp 4.000 dari terminal Arjosari ke terminal Landungsari.

Kurang lebih 45 menit perjalanan kami dari terminal Arjosari ke terminal Landungsari. Kami pun hanya behenti di pos terminal Landungsari, karena kalau malam hari di dalam terminal Landungsari kondisinya gelap dan cukup rawan. Biasanya juga angkot untuk jurusan ke Batu "ngetem" di depan Pos Terminal. Kebetulan disitu sudah ada angkot yang sudah lumayan penuh, dan kami pun berharap bisa segera berangkat.

"gmn kalau ongkosnya Rp 7.000, nanti saya langsung berangkat" ucap sopir angkot. Secara spontan para penumpang pun "berteriak" Basanya kalau malam Rp 5.000, padahal aslinya ongkosnya cuma Rp 3.000. Beruntung kami bersama seorang "provokator" didalam angkot, sehingga kami pun kompakan "demo" turun dari angkot tersebut.


5 Menit kemudian akhirnya ada angkot warna biru yang mau mengantar kami ke Batu dengan tarif Rp 5.000. Sekitar 20 menit kami pun sampai di alun-alun kota Batu. Sesampainya di sana istriku pun menelpon Ayahnya untuk menjemput kami di Alun-Alun Batu. Alhamdulillah kurang dari 5 menit kemudian kami sudah sampai di rumah, karena rumah istriku dekat dengan Alun-alun Batu.

Ok, kawan. Sekian dulu yaahh... sharingnya, kami mau istirahat dulu.

Sunday, 31 March 2013

WhatsApp


Hei, Saya baru saja mengunduh WhatsApp Messenger di Android saya. Ini adalah aplikasi pesan ponsel cerdas yang menggantikan SMS. Aplikasi ini bahkan membolehkan saya mengirim gambar, video, dan multimedia lainnya! WhatsApp Messenger tersedia untuk Android, iPhone, Nokia, Windows Phone dan BlackBerry serta ada nomor PIN atau nama pengguna untuk diingat - ini bekerja seperti SMS dan menggunakan layanan data Internet Anda. Dapatkan sekarang dari http://www.whatsapp.com/download/ dan katakan selamat tinggal kepada SMS!

Saturday, 30 March 2013

Tugu pahlawan

Hari minggu ini untuk kali pertama saya masuk ke salah satu objek wisata bersejarah di kota pahlawan. Ya, bersama istri ku susuri Tugu Pahlawan. Salah satu monumen bersejarah di kota Surabaya dengan ketinggian 41,15m. Letaknya di jalur tengah kota surabaya, berdampingan dengan Gedung BI. Monumen ini dibangun pada tgl 10 November 1952 dan diresmikan oleh Presiden RI yang pertama Ir. Soekarno.
Untuk masuk ke area Tugu Pahlawan tidak di pungut biaya alias 'gretongan'. Di sana terdapat museum ,taman-taman, dan terdapat juga mobil yang pernah di pakai oleh Bung Tomo kawan, selain itu kawan-kawan bisa olah raga pagi atau mungkin sekedar foto-foto di dalam area Tugu Pahlawan. Kawan juga bisa belanja berbagai macam barang di tempat yang biasa dikenal sebagai TP Pagi.Setiap hari banyak sekali pedagang asongan yang menjajakan jualannya, khususnya pada hari minggu pada menjamur tuh pedagang kaki lima dan parkir liar dadakan
Bagi yang kali pertama ke sana ada beberapa tips yang mungkin bisa saya bagi kawan :

1.Untuk transportasi lebih enak naik motor dari pada mobil,karena macet dan susah parkirnya
2.jika kawan naik motor lebih baik jangan parkir dipinggir jalan,tapi parkir saja di tempat yang memang ada tempat parkirnyam,supaya jalan-jalannya lebih tenang.
3.berhati-hatilah dengan barang bawaan kawan, karena tempat keramaian juga rawan kejahatan.
4.pandai-pandailah berbelanja (memilih,menawar dan membawanya pulang).
Ok,kawan sampai di sini dulu postingan saya, ya harap maklum mau bantu istri nyuci dulu. Terimakasih dan sampai jumpa di postingan berikutnya.

Salam kawanmu,

YOk

Friday, 22 March 2013

Test ngeblog fr androc

Ni lagi testing ngeblog dari android smartfren andromax i.


Nilai plus:
Smartfren andromax-i, hasil foto yang saya ambil cukup bagus. untuk waktu upload fotonya di blog yaaah..lumayan lah untuk ponsel yang saya beli dngn harga 1,1 juta.

Smartfren andromax-i ini ukuranya 4", dual sim (GSM-CDMA). Modem bisa- HP juga bisa.

Nilai minus:
Jika dipake normal, baterainya lumayan boros, jadi coba aku akalin pake easy task killer dengan settingan mode intelligent power saving.

Tadinya mau beli smartfren andromax-U, tapi waktu itu barangnya susah banget. aku udah ubek" semua pusat HP di Surabaya. Hmmm...udah launching tapi barang belum ada :( ,karena keburu pengen beli modem...akhirnya aku putusin beli smartfren andromax-I